Beranda » Umroh » Inilah Tata Cara Umroh Bagi Wanita yang Wajib Diikuti

Dalam Islam, umroh memiliki tata cara tersendiri agar ibadah umroh menjadi sah. Tata cara tersebut juga mengatur adanya perbedaan antara tata cara umroh bagi wanita maupun laki-laki. Bagi wanita yang berniat melakukan umroh, hendaknya mengetahui tata caranya agar menjadi mabrur.

Adanya perbedaan dalam hal tata cara dimaksudkan untuk membuat nyaman wanita dalam menjalankan ibadah umroh. Tidak hanya aman terhadap fisik, tetapi juga kehormatan wanita. Terlebih lagi, tata cara ini dibuat karena Islam sangat memuliakan dan melindungi harkat martabat wanita.

Bagi wanita yang ingin umroh, hendaknya memperhatikan panduan umroh yang telah ditentukan. Tata cara tersebut jika diamalkan, akan menjadi penyempurna ibadah umroh. Berikut adalah tata cara umroh bagi wanita yang patut dilaksanakan:

1. Wajib didampingi Oleh Mahram

Bagi wanita, jika ingin menjalankan ibadah umroh sebaiknya didampingi oleh mahram-nya, misalnya suami. Namun, jika dalam pelaksanaannya yakin akan keamanannya seorang diri, maka diperbolehkan menunaikan ibadah umroh.

2. Harus Mendapatkan Izin Suami

Setelah menikah, istri memiliki kewajiban untuk melayani suami. Dengan demikian, saat ingin menunaikan ibadah umroh, diwajibkan untuk mendapat izin terlebih dahulu dari suami. Hal ini dikarenakan, kedudukan untuk patuh pada suami lebih tinggi dibandingkan dengan umroh.

3. Masa Iddah

Jika wanita sedang dalam masa iddah karena suami meninggal maka hukumnya haram untuk menunaikan umroh. Hal ini berlaku jika pada saat meninggal suaminya belum masuk dalam ihram. Jika ihram-nya atas meninggal suami, maka diperbolehkan untuk menunaikannya.

Mantan suami juga boleh melarang seorang wanita yang telah diceraikan dan sedang ber-iddah untuk umroh. Hal ini boleh dilakukan untuk menyelesaikan iddah-nya terlebih dahulu.

4. Ihram

Disunahkan sebelum masuk ke dalam ihram, memakai inai pada dua telapak tangan sampai pergelangan. Di bagian wajah, hendaknya menutupi warna kulitnya. Jika menggunakan inai sesudah ihram maka hukumnya makruh.

Di dalam ihram, haram hukumnya menutup muka. Namun, selain muka wajib ditutupi. Wanita yang menunaikan umroh juga boleh memakai pakaian yang meliputi badan kecuali sarung tangan. Jika ingin menutupi telapak tangan, hendaknya membalut kain secara terpisah.

 5. Tawaf dan Sa’i

Saat tawaf, tidak disunahkan untuk mengusap, mengecup, dan meletakkan dahi di Hajar Aswad. Namun, hal ini dapat dilakukan jika tiga hal tersebut dilakukan saat area tawaf sunyi dari kaum laki-laki. Selain itu, saat melakukan tawaf, tidak disunahkan untuk mendekati Ka’bah kecuali sepi dari kaum laki-laki.

Bagi wanita juga tidak disunahkan untuk melakukan iththiba’ dan berlari-lari kecil saat tawaf. Keduanya dapat berubah menjadi haram jika dilakukan karena dilakukan dengan tujuan menyerupai laki-laki. Lari-lari kecil dalam sa’i tidak disunahkan bagi wanita yang menunaikan umroh. Maka, sebaiknya hanya berjalan seperti biasa.

 6. Tawaf Rukun

Saat sebelum melakukan tawaf rukun namun datang haid atau nifas, dan tidak memungkinkan menetap di Mekah untuk menunggu datangnya suci, maka ada dua pilihan, yakni: pertama, langsung berangkat dari Mekah tanpa melakukan tawaf. Setelah sampai di tempat yang jauh dari Mekah, hendaknya ber-tahallul, seperti orang yang tertawan.

Kedua, melakukan tawaf dalam kondisi haid atau nifas dengan mengikuti pendapat Abu Hanifah atau Ahmad bin Hanbal. Beliau berpendapat wanita haid atau nifas boleh melakukan tawaf namun menanggung dosa dan wajib menyembelih satu unta.

7. Tahallul

Pelaksanaan tahallul biasanya dilakukan di bukit Marwah. Bagi wanita yang menunaikan umroh, tidak disunahkan untuk mencukur rambut. Hendaknya cukup menggunting atau memotong tiga helai rambut. Khusus wanita, saat ber-tahallul sebaiknya dipotong dengan sesama wanita atau dilakukan oleh suaminya.

8. Tawaf Wida’

Jika saat ingin meninggalkan Mekah dalam keadaan haid atau nifas, maka tidak diwajibkan untuk melakukan tawaf wida’. Namun, lakukanlah sunah dengan berdiri di pintu masjid Al-Haram, dan menunaikan doa yang telah ditentukan.

Diharapkan sebelum menjalankan ibadah umroh, telah memiliki bekal pemahaman yang cukup. Penjelasan mengenai tata cara umroh bagi wanita di atas merupakan hal yang wajib ditaati. Cobalah perhatikan satu per satu dengan seksama dan amalkan saat menunaikan umroh. Dengan begitu, ibadah umroh yang dilakukan menjadi sempurna di mata Allah SWT.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.