Beranda » Umroh » Mengenal Masjid Bir Ali Sebagai Tempat Miqat

Rasulullah telah mencontohkan bagi penduduk Madinah atau jama’ah umroh dan haji yang datang dari Madinah untuk melakukan miqat di Masjid Bir Ali. Jarak Masjid ini dari kota Madinah hanya 10 km sehingga cukup ditempuh dalam waktu 15 menit perjalanan.

Sejarah

Sejarah Islam menyatakan bahwa masjid ini dibangun yang tidak jauh dari pohon yang pernah dijadikan tempat Rasulullah beristirahat. Jenis pohon tersebut adalah akasia dan peristiwa ini terjadi saat Rasulullah melakukan ibadah umroh menuju Mekkah. Oleh karena itu jama’ah yang melaksanakan umroh dari kota Madinah harus singgah di masjid ini.

Pada jaman dahulu sahabat rasul menggali banyak sumur sehingga masjid ini diberi nama demikian yaitu Sayidina Ali Bin Abi Thalib. Namun saat ini karena terjadi perluasan dan pembangunan masjid, sumur-sumur tersebut sudah tidak nampak lagi. Masjid ini memiliki banyak nama salah satunya Masjid Al Ihram atau Masjid Al Miqat.

Alasannya karena masjid ini digunakan sebagai tempat mengambil miqat, mengambil niat ihram dan tempat solat sunnah ihram bagi yang akan melakukan ibadah umroh. Karena letaknya di distrik Dzul Hulaifah maka sebagian orang yang menyebut masjid ini dengan Masjid Dzul Hulaifah.

Selain itu, masjid ini memiliki sebutan lain yakni Masjid As Syajarah yang berarti pohon. Seperti yang sudah dijelaskan tadi pohon ini adalah tempat persinggahan Rasulullah saat melakukan ibadah umroh menuju Mekkah. Dan masjid ini dibangun tidak jauh dari pohon tersebut.

Keunikan Masjid Bir Ali

Selain digunakan sebagai tempat beribadah terutama ibadah umroh, masjid ini ternyata memiliki beberapa keunikan. Yang pastinya akan membuat orang-orang atau jama’ah ingin mengunjungi masjid ini.

1. Toilet

Di dalam masjid ini akan ditemukan toilet sebanyak 512 unit dan kamar mandi sebanyak 566 unit. Karena jama’ah umroh biasanya akan mandi di masjid ini sebelum menggunakan pakaian ihram. Ada juga kamar mandi yang secara khusus dibuat bagi penyandang cacat fisik.

Selain itu, karena masjid ini memiliki petugas kebersihan yang banyak maka jama’ah tidak perlu khawatir dengan kebersihan kamar mandi dan tolietnya. Jama’ah dipastikan tidak akan mencium aroma yang tidak sedap sehingga dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan nyaman.

Meskipun jama’ah diperbolehkan untuk mandi sunnat ihram di hotel, namun banyak yang memilih untuk mandi di masjid ini agar dapat mengikuti Rasulullah.

2. Desain Masjid

Masjid ini dibangun di tengah-tengah benteng pertahanan sehingga membuatnya nampak megah dan kokoh. Bangunan ini juga di lengkapi oleh mercusuar yang sangat tinggi. Saat masuk dari gerbang depan, jama’ah akan melewati jalan yang tembus hingga parkiran belakang.

Saat memasuki masjid jama’ah akan merasa seperti memasuki istana yang mewah saat melihat sepasang menara yang berbentuk kubah.

3. Keindahan Masjid

Bangunan masjid dibangun dengan sedemikian indah, megah dan cantik. Masjid Bir Ali ini berada di tengah-tengah benteng dengan dua menara yang membuatnya tampak kokoh. Di dalam area masjid pun terdapat lorong-lorong dan juga tiang-tiang yang membentuk kubah.

Meskipun cahaya di dalam masjid tidak begitu terang namun suasananya sangatlah sejuk. Lantai masjid diberi karpet merah yang akan membuat siapapun senang untuk berlama-lama di dalamnya. Mimbar imam didesain dengan cat berwarna putih dan ukiran bergaya timur tengah.

4. Suasana Di Luar Masjid

Di masjid yang terletak diantara jalan raya Mekkah dan Madinah ini terdapat pohon-pohon rindang yang membuat suasananya menjadi sejuk. Ada beberapa kios dan pedagang yang menjajakan suvenir maupun pakaian ihram.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.