Home » Umroh » Tata Cara Umroh Yang Benar, Sehingga Ibadah Menjadi Sah Dan Diterima Allah SWT

Bagi jamaah yang ingin pergi umroh hendaknya mempelajari dulu apa saja tata cara yang benar ketika melakukan ibadah tersebut. Tata cara ibadah umroh dengan haji tentu tidak sama. Berikut tata cara umroh yang benar, agar ibadah menjadi sah dan diterima Allah SWT :

1. Niat

Tata cara umroh yang benar, pertama jamaah haruslah meluruskan niat terlebih dahulu. Agar ibadah umrohnya tidak sia-sia, membuang tenaga serta materi. Sebelumnya, tiba di bandara langsung menuju masjid Dzulhulaifah. Lakukan persiapan seperti mandi, berwudlu, juga menyiapkan pakaian ihrom.

Setelah itu jamaah melakukan shalat sunnah ihram sebanyak 2 rakaat. Baru disambung dengan membaca niat umroh. Niat umroh berbunyi “Labbaikallahumma ‘umratan”

2. Ihrom

Ihrom sendiri menurut bahasa berarti mengharamkan. Maksud mengharamkan yaitu menghindarkan diri dari apa saja yang tidak diperbolehkan saat berihrom. Berikut apa saja larangan ketika berihrom

  • Melakukan mencukur atau mencabut dari semua anggota tubuh
  • Menggunting kuku, sekalipun menggunakan gigi (menggigit)
  • Bagi perempuan menutup kepala
  • Menggunakan pakaian berjahit, termasuk handuk saat di kamar mandi
  • Menggunakan wewangian, termasuk sabun untuk cuci tangan dan mandi
  • Menyembelih hewan darat untuk dimakan
  • Melakukan akad nikah maupun khitbah
  • Jima’ juga bercumbu dengan istri

Setelah itu jamaah akan dibawa hingga ke Makkah. Dalam perjalanan disarankan untuk banyak-banyak membaca kalimat talbiyah.

3. Thawaf

Tata cara umroh yang benar selanjutnya yaitu Thawaf. Makna Thawaf sendiri yaitu keinginan jamaah untuk dilihat serta didengar oleh Allah. Thawaf dilakukan dengan mengitari ka’bah sebanyak 7 kali. Harus diawali dari rukun Hajar Aswad, jika dimulai setelahnya maka Thawaf dianggap tidak sah. Saat melakukannya pun jamaah harus dalam keadaan suci.

Jamaah bisa melakukan Thawaf dengan berlari-lari kecil, atau berjalan mengikuti arus saja karena memang ramai oleh jamaah lain. Setidaknya usahakan ketika thawaf untuk melakukan istilam. Istilam adalah mengusap atau mencium hajar aswad. Jika tidak memungkinkan cukup lambaikan tangan ketika berada di rukun Hajar Aswad tiap putaran. Serta perbanyaklah beristighfar.

4. Sa’i

Selanjutnya jamaah bisa melanjutkan dengan melakukan Sa’i. Sa’i artinya berlari kecil sebanyak 7 kali yang diawali dari bukit Safa hingga ke bukit Marwah. Hitungannya dari bukit Safa ke Marwah artinya 1 kali putaran, kemudian dari bukit Marwah ke Safa 1 putaran. Begitu seterusnya hingga 7 kali dan berakhir di bukit Marwah.

Selama perjalanan akan ditemukan lampu hijau, hendaknya jemaah berlari kecil hingga batas lampu hijau sudah habis. Saat melakukan sa’i jamaah sudah difasilitasi dengan lantai marmer sehingga nyaman dipijak. Dilengkapi juga dengan pengaturan suhu yang nyaman. Meskipun begitu, jemaah cukup merasa kelelahan karena sedikit berlarian saat menemui lampu hijau.

Sa’i ini sendiri merupakan bentuk penghargaan dari Allah pada Siti Hajar (Istri Nabi Ibrahim). Beliau harus bolak-balik Safa Marwah selama 7 kali menemukan setitik air untuk putranya (Nabi Ismail). Setelah sa’i selesai, bisa ditutup dengan berdiri menghadap ka’bah sembari berdoa apa saja yang diinginkan .

5. Tahallul

Tata cara umroh yang benar diakhiri dengan proses Tahallul. Tahallul dilakukan dengan cara memotong atau menggunting rambut yang bermakna menyucikan diri. Selain itu untuk membuang semua hal-hal negatif. Memotongnya bisa sebagian atau seluruh rambut. Setelah itu, rangkaian umroh pun telah selesai. Jamaah juga sudah bebas dari larangan ihrom.

Ketika bertahallul, jamaah tidak perlu bingung mencari barber guna memangkas rambut. Di sana banyak jamaah umroh dari berbagai belahan dunia, saling membantu untuk memotong rambut sesama umat muslim lainnya. Bahkan biasanya mereka sendiri yang menawarkan untuk membantu.

Itulah semua tata cara umroh yang benar. Semua Jamaah selalu ingin ibadah umroh yang dijalankannya dapat berjalan lancar serta diterima oleh Allah SWT. Maka hendaknya melakukan tata caranya dengan khusyuk serta sungguh-sungguh untuk setiap prosesnya.

# Share this information with your friends

No comments yet

Please write your comments

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required.

Your Comment*Your Name* Email Address* Your Website

Contact Us

If you have any questions, please contact us.